Kelanjutan Relaksasi Retribusi Pasar Masih Dibahas, Pemkot Balikpapan Khawatir tak Punya Cukup Dana



BERUANGMADUNEWS.COM, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan ( Pemkot Balikpapan ) masih belum bisa memastikan kelanjutan dari kebijakan relaksasi retribusi terhadap beberapa fasilitas tempat seperti pasar.

Menurutnya masa relaksasi Retribusi yang kebijakannya hanya berlaku tiga bulan, sejak April, Mei, hingga Juni, masih dalam pembahasan.

"Belum, belum selesai, belum nambah kita, sama Pak Sekda masih terus rapat anggaran," kata Walikota Balikpapan Rizal Effendi, Jumat (26/6/2020).

Rizal pun mengaku khawatir, lantaran bila kebijakan relaksasi itu diperpanjang maka ia tak punya cadangan dana yang cukup untuk mengantisipasi pandemi yang berkepanjangan.

Sebagaimana relaksasi retribusi pasar rakyat diterapkan pemerintah kota Balikpapan berpotensi kehilangan sekira Rp513 juta dalam waktu tiga bulan.

"Ini bisa berbahaya karena kalau daerah tidak ada yang bisa dilakukan. Jadi kita harus berhati-hati dalam penyusunan persiapan APBD perubahan," ujarnya.

Jika daerah tak memiliki anggaran, lanjutnya, akan sulit untuk melakukan penanganan covid-19. Apalagi anggaran daerah juga minim, karena pendapatan asli daerah (PAD) anjlok hingga 50 persen akibat pandemi covid-19.

"Kalau pusat masih bisa cetak uang, jual surat berharga, bisa pinjam ke luar negeri, kalau daerah tidak bisa," sebutnya.

Sementara itu, pemerintah kota direncanakan akan kembali mengajukan anggaran untuk percepatan penanganan covid-19 dalam APBD Perubahan.

"Nanti akan kita ajukan, karena kalau anggaran covid, pemerintah daerah bisa lebih longgar, nanti kita lihat," tandasnya.

DPRD Kota Balikpapan Angkat Bicara

 Meski belum selesai dievaluasi Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, relaksasi retribusi pasar rakyat dianggap cukup dilakukan selama 3 bulan.

Menurut Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Balikpapan ( DPRD Balikpapan ), Syukri Wahid, pedagang saat ini juga sudah mampu membayar retribusi pasar.

Pasalnya, ini dikarenakan aktivitas perdagangan di pasar-pasar rakyat sudah kembali berjalan normal meski pandemi Corona atau covid-19 belum usai.

"Kami kemarin RDP dengan Dinas Perdagangan, sebagaimana amanat dari gugus tugas diberi tiga bulan subsidi. Di bulan Juli sudah dievaluasi untuk kembali dibayar karena ini sudah mulai aktivitas ekonomi," jelas Syukri, Kamis (25/6/2020).

Syukri pun tak menampik bahwasannya saat ini Kota Balikpapan masih berstatus Zona Merah. Namun demikian, ini tak menjadi halangan untuk tetap kembali memberlakukan pembayaran retribusi seperti sebelumnya.

"Betul memang Kota Balikpapan masih zona merah, cuma jika ingin bebas soal retribusi itu belum kami dengar lagi," katanya.

Untuk diketahui, sebagaimana relaksasi retribusi pasar rakyat diterapkan pemerintah kota Balikpapan berpotensi kehilangan sekira 513 juta dalam waktu 3 bulan.

Adapun relaksasi mengenai retribusi pasar rakyat itu sendiri dikenakan bagi para pedagang pasar yang dinilai terdampak pada masa awal pandemi covid-19 berlangsung.