Pemkot Balikpapan Awasi Penjualan Obat Dexamethasone, Harus Resep Dokter



BALIKPAPAN, beruangmadunews.com – Pemerintah Kota Balikpapan memastikan obat Dexamethasone yang diklaim sebagai obat covid-19 tidak dijual bebas di apotik. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty.

“Untuk obat Dexamethasone, ini obat sudah ada lama dan pengawasannya terus kami lakukan di apotik-apotik,” ujarnya.

Menurutnya, obat tersebut hanya boleh dijual dengan resep dokter. Sehingga tidak dibenarkan jika ada aportik yang menjual dengan bebas. “Pembeliannya pun harus resep dokter, jadi ini kami terus awasi,” ujarnya.

“Jadi tidak benar jika ada apotik yang menjual bebas, yang memperjualbelikan tanpa resep dokter, itu tidak benar,”

Sementara Dokter Elis Pitriani Spesialis Paru yang bertugas di rumah sakit Pertamina Balikpapan (RSPB)menuturkan, bahwa obat tersebut sebenarnya hanya untuk pasien covid-19 yang dalam kondisi memburuk.  

“Mungkin bisa membaca secara gamblang paparan dari WHO bahwa itu diberikan kepada pasien penyulit dalam arti pasien dalam kondisi klinis yang buruk bisa diberikan orticosteroid dengan jarak waktu tertentu,” ujarnya.

“Itu bisa diberikan pada pasien-pasien ada penyulit dalam arti pasien yang gagal nafas, harus diberikan ventilatior dan sebagainya,”

Sehingga kata dia, tidak semua pasien terinveksi covid-19 bisa diberikan obat Dexamethasone dan harus diberikan sesuai dosis yang tepat dan tepat waktu. “Pemberiannya tidak boleh terus menerus, Jadi tidak semuanya bisa diberikan,” ujarnya.

“Makanya perlu kita memberikan harus sesuai dengan dosis yang tepat, tepat waktu, tepat sasaran itu harus diberikan oleh dokter. Jadi tidak semua orang harus diberikan orticosteroid seperti dexamitasol,”

“Jadi tidak boleh semua harus pakai itu, kalau pakai dalam jangka yang lama efek sampingnya luar biasa jadi harus sesuai dosis dokter. Biasanya digunakan untuk obat radang

Apalagi lanjutnya, dalam penelitiannya obat tersebut, sebenarnya juga masih harus dilakukan study lebih lanjut. “Obat ini belum diselesaikan kasusnya untuk study, jadi ini masih di study lagi, karena pemeriksaan dari jurnal di Inggris,” ujarnya

“Dari awal orticosteroid  tidak diberikan kepada pasien-pasien covid-19 awal pada jurnal-jurnal sebelumnya.”