"BERUANGMADU NEWS" Memberikan Informasi Terkini Terdepan dan Terpercaya

17 Tahun Buron, Berikut Profil Lengkap Maria Pauline Lumowa Tersangka Pembobol Bank BNI


BALIKPAPAN, Beruangmadunews.com - Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan bank BNI cabang Kebayoran Baru senilai Rp 1,7 triliun lewat Letter of Credit (L/C) fiktif.

Namun, ia melarikan diri ke luar Indonesia pada 17 tahun yang lalu tepatnya 2003.

Maria Pauline Lumowa adalah perempuan kelahiran Paleloan, Sulawesi Utara, pada 27 Juli 1958.

Maria diketahui berada di Belanda pada 2009 dan sering bolak-balik ke Singapura.

Pemerintah Indonesia pun sempat dua kali mengajukan proses ekstradisi ke Pemerintah Kerajaan Belanda, yakni pada 2010 dan 2014, karena Maria Pauline Lumowa ternyata sudah menjadi warga negara Belanda sejak 1979.


AWAL MULA KASUS

Kasus yang melibatkan Maria Pauline Lumowa ini berawal dari Oktober 2002 hingga Juli 2003.

Pada saat itu, PT Gramarindo Group, perusahaan milik Maria, mendapatkan pinjaman dana dari BNI sebesar 1,7 triliun rupiah.

Dana tersebut didapatkan melalui Letter of Credit L/O fiktif.

Aksi PT Gramarindo Group diduga mendapat bantuan dari 'orang dalam' karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd., Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd., dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi Bank BNI.

Pada Juni 2003, BNI curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group tersebut, atas dasar penyelidikan, PT Gramarindo Group tidak pernah melakukan ekspor.

Dugaan L/C fiktif ini kemudian dilaporkan ke Mabes Polri.

Pada September 2003, atau sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Maria telah lebih dahulu terbang ke Singapura. Sejak saat itu dia menjadi buronan.


DITANGKAP DI SERBIA

Maria Pauline Lumowa masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atau buronan aparat penegak hukum Indonesia.

Maria Lumowa disebut-sebut sering bolak-balik Singapura-Belanda. Ia juga dikabarkan pernah tercatat menjadi warga negara Belanda. Pemerintah Indonesia sempat dua kali mengajukan proses ekstradisi ke Pemerintah Kerajaan Belanda, yakni pada 2010 dan 2014.

Sebab, Maria Pauline Lumowa ternyata sudah menjadi warga negara Belanda sejak 1979.

Namun, kedua permintaan itu direspons dengan penolakan oleh Pemerintah Kerajaan Belanda.

Pemerintah Belanda justru memberikan opsi agar Maria Pauline Lumowa disidangkan di Belanda.

Upaya penegakan hukum lantas memasuki babak baru saat Maria Pauline Lumowa ditangkap oleh NCB Interpol Serbia di Bandara Internasional Nikola Tesla, Serbia, pada 16 Juli 2019.

Maria Lumowa ditangkap berdasarkan surat red notice Interpol.

Atas penangkapan tersebut, pemerintah bereaksi cepat dengan menerbitkan surat permintaan penahanan sementara.

Hal itu kemudian ditindaklanjuti dengan permintaan ekstradisi melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham.

Selain itu, pemerintah juga mengajukan percepatan proses ekstradisi terhadap Maria Pauline Lumowa.

Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada Kamis (9/7/2020) pagi.

Proses ekstradisi dilakukan oleh delegasi pemerintah yang dipimpin Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly saat kunjungan kerja ke Serbia. 


NAMA ->Maria Pauline Lumowa


TANGGAL LAHIR ->27 Juli 1958


TEMPAT LAHIR-> Paleloan, Sulawesi Utara


KARIES -> Pemilik PT Gramaindo Mega Indonesia


KASUS ->Pembobolan Bank BNI pada 2002-2003
Share this article :
 
Copyright © 2021. Beruangmadu News - All Rights Reserved