"BERUANGMADU NEWS" Memberikan Informasi Terkini Terdepan dan Terpercaya

Pegawai OJK yang Terlibat Kasus Suap Rp 7,45 Miliar Saat Ini Dibebastugaskan


JAKARTA, Beruangmadunews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons pemberitaan penetapan tersangka terhadap pegawainya yang diduga menyalahgunakan wewenang dalam kasus suap Rp 7,45 miliar untuk pemberian fasilitas kredit di PT Bank Bukopin Tbk kantor cabang Surabaya oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik Anto Prabowo menyampaikan, OJK juga telah melakukan serangkaian proses investigasi internal.

Investigasi internal tersebut melibatkan Satuan Kerja di bidang hukum, organisasi dan SDM dan pengendalian internal/Anti Fraud OJK. OJK kemudian memutuskan untuk membebastugaskan yang bersangkutan atas dugaan pelanggaran tata tertib dan disiplin pegawai.

"OJK menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah dan akan mendukung serta menghormati proses penegakan hukum terhadap pegawai OJK dimaksud,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (22/7).

Pihaknya juga terus mengingatkan kepada seluruh pegawainya untuk tetap melaksanakan tugas dengan menjunjung tinggi nilai-nilai governance dan menjaga integritas. Sebelumnya, Kepala Penyidik Kejati DKI Jakarta Asri Agung Putra menahan tersangka DIW lantaran menjadi bagian dari tim yang melaksanakan pemeriksaan umum terhadap Bank Bukopin.

Dalam kasus ini, DIW diduga tidak memasukkan lima sampling debitur dalam matriks konfirmasi pemeriksaan Bank Bukopin, Cabang Surabaya pada 31 Desember 2018. Tersangka tidak melaporkan ke pimpinan OJK Pusat.

Sehingga, dengan langkah itu yang bersangkutan mendapat hadiah atau diberi suap oleh Bank Bukopin dalam hal ini berupa pemberian kredit nilainya Rp 7,45 miliar. DIW dijerat Pasal 12 a, atau Pasal 12 b, atau Pasal 12 B, atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Tersangka selama 20 hari ke depan akan ditempatkan pada Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung (Kejagung). Penahanan itu berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Nomor: PRIN- 3 /M.1/Fd.1/06/2020 pada 11 Juni 2020 dan Nomor: PRIN-1971/M.1/Fd.1/07/2020 pada 21 Juli 2020 atas nama DIW.


Sumber : JawaPos.com

Share this article :
 
Copyright © 2017. Beruangmadu News - All Rights Reserved