"BERUANGMADU NEWS" Memberikan Informasi Terkini Terdepan dan Terpercaya

Sempat Mencekam, Sangasanga Kutai Kartanegara Kini Mulai Kondusif


KUKAR, beruangmadunews.com – Setelah dilakukannya tes Polymerase Chain Reaction (PCR) atau swab tenggorok secara massal kepada 209 warga, kondisi di Kecamatan Sangasanga kini berangsur-angsur membaik dan normal.

Sebelumnya, hampir seluruh warga di kecamatan itu kaget dengan pemberitaan dan pengumuman dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kutai Kartanegara. Pasien KK-73 dinyatakan terkonfirmasi positif. Itu Baru diketahui setelah beberapa hari meninggal dunia. Padahal ketika prosesi pemakaman tidak menggunakan protokol COVID-19. Warga setempat dan saudara pasien banyak menghadiri proses pemakaman itu.

Hal itu membuat warga was-was. Suasana Sangasanga sepi tidak seperti biasanya. Orang-orang memilih untuk tidak keluar rumah. Paling tidak selama dua hari setelah kejadian itu. Bahkan ada beberap warga yang memboyong keluarganya ke luar Sangasanga. Misalnya ke Samarinda dan wilayah sekitarnya.

“Kita semua khawatirkan, enggak mau ke mana-mana dulu,” ujar Hendra bercerita. Hendra masih satu kelurahan dengan Pasien KK-73.

Menurut Hendra, dirinya tidak termasuk dalam 209 warga yang diwajibkan mengikuti tes swab tenggorok secara massal. Meskipun satu kelurahan, rumahnya dengan rumah almarhum cukup jauh dan bukan kontak erat. Juga bukan salah satu warga yang ikut melayat pada waktu almarhum dimakamkan.

Jalan raya di Kecamatan Sangasanga biasanya ramai. Warga enggan menaati protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker saat di luar rumah. Namun setelah kejadian ini, masyarakat menjadi patuh dalam menjalankan protokol kesehatan. “Mungkin selama ini mereka merasa aman-aman saja,” ucapnya, lagi.

Dirinya juga mengapresiasi langkah cepat unsur Muspika di Kecamatan Sangasanga. Yang langsung mengakomodasi warga yang berpotensi tertular COVID-19 saat melakukan pemakaman jenazah KK-73.


DUA POSITIF

Dari 209 spesimen yang diambil dalam tes swab tenggorok massal. Ada dua orang yang terkonfirmasi positif. Satu warga Kutai Kartanegara (KK-78). Satunya lagi warga Bantuas, Samarinda. KK-78 pun langsung dilakukan proses karantina di Wisma Atlet Kutai Kartanegara ketika sudah dipastikan positif.

“Ada dua orang. Satu orang Sangasanga, satu lagi kontak erat warga Bantuas, dicatat kasus Samarinda,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kutai Kartanegara Martina Yulianti, beberapa waktu lalu.

Menurt Martina, orang yang positif tersebut diketahui masih saudara KK-78. Tepatnya saudara ipar almarhum. Saat ini kondisi kesehatannya semakin membaik. “Hasil tracing belum ada lagi ditemukan positif (COVID-19),” lanjut Martina.

Namun Martina enggan mengatakan jika rantai kontak erat telah terputus. Karena tracing terus dilakukan. Hingga menunggu dua pekan ke depan. Berharap kontak erat benar-benar terputus.

Sementara itu, Camat Sangasanga Gunawan. Menjelaskan pasca tes PCR secara massal pada 8 Juli 2020 lalu. Pihak kecamatan melakukan beberapa upaya pencegahan penularan secara luas. Seperti penyemprotan rumah warga, rumah ibadah, perkantoran, perbankan hingga kantor lurah dan camat.

“Kita adakan penyemprotan seminggu dua kali,” ujar Gunawan saat dihubungi nomorsatukltim.com, Kamis (16/7).

Dirinya juga terus memantau langsung kondisi kesehatan warganya. Yang dirawat di Wisma Atlet Kutai Kartanegara. Dirinya bersyukur kesehatan KK-78 terus membaik.

Selanjutnya, Gunawan juga menjelaskan jika kondisi Kecamatan Sangasanga saat ini cenderung kondusif, aman dan terkendali. Selepas hasil swab tenggorok yang menyatakan negatif dan tidak ada penambahan, warga Kecamatan Sangasanga diharapkan memperhatikan protokol kesehatan COVID-19 dalam kegiatan sehari-harinya.

“Kita katakan pada masyarakat untuk menaati protokol kesehatan yang dilaksanakan di era new normal,” pungkas Gunawan. 

Share this article :
 
Copyright © 2017. Beruangmadu News - All Rights Reserved