Situasi Memanas, SKM Samarinda Siaga Satu, Warga Siap Hadang Alat Berat


Samarinda, Beruangmadunews.com – Aktivitas bongkar muat di Pasar Segiri dihentikan. Pemkot siap siaga. Mengamankan relokasi bantaran SKM yang dituding jadi penyebab banjir ibu kota.

Imbauan penghentian sementara muatan di Pasar Segiri dipasang sejak Senin (6/7) siang pukul 14.00 Wita. Imbauan itu dipasang oleh aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Samarinda.

Berdasarkan keterangan masyarakat di wilayah tersebut, sebanyak 20 personil turun dan langsung memasang imbauan di pintu gerbang pasar. Yang biasanya menjadi tempat bongkar muatan barang. “Sepertinya imbauan itu dipasang agar alat berat ditaruh disini, untuk pembongkaran besok,” ucap Nur Amin, salah satu warga di wilayah itu yang ditemui di lokasi.

Menurutnya, warga dari RT 26, 27, dan 28 nanti akan berjaga-jaga di lokasi tersebut. Tujuannya untuk menghalau alat berat yang diduga akan turun langsung membongkar wilayah itu. “Tidak ada permisi dan langsung memasang imbauan itu, lalu mereka kembali,” terangnya.

Kata Nur Amin, dari informasi yang ia peroleh akan ada pejabat yang datang esok hari ketika pembongkaran. Dan sejak imbauan itu dipasang, truk muatan masih tetap datang. Haji Ambo, tukang parkir di wilayah tersebut juga membenar ini. Ia yang berjaga di lokasi itu pun mengaku terkejut karena pemasangan itu dilakukan tanpa ada permisi dari pihaknya.

“Harusnya diketemukan dulu ini enggak langsung pasang aja. Saya disini sudah lama, saya juga melihat langsung tapi tidak ada permisi sama sekali,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol-PP Samarinda HM Darham yang coba dihubungi oleh wartawan media ini tidak memberikan tanggapan apapun.

Warga Mengadu ke DPRD

Alotnya relokasi SKM sudah diadukan warga kepada wakil rakyat di Basuki Rahmat (DPRD Samarinda). Warga pun mendatangi Ketua DPRD Samarinda Siswadi.

“Diresponnya yah kita disuruh datang langsung menemui Ketua DPRD,” terang Samsul, Ketua Forum Komunikasi Warga Pasar Segiri.

Ketua RT 28 Hasmuddin, yang juga ditemui di waktu yang sama, menyampaikan bahwa pihaknya sejauh ini memang setuju dengan program tersebut. 234 kepala keluarga dengan 600 jiwa lebih warga di RT 28 akan pindah. Asal syarat-syarat yang disampaikan dipenuhi. “Seluruh KK (Kartu Keluarga) di wilayah ini memiliki rumah kepunyaan mereka sendiri,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Samarinda Siswadi yang ditemui dikediamannya di Jalan Siradj Salman No.C2, Air Hitam, Kecamatan  Samarinda Ulu angkat bicara. Ia menuturkan bahwa normalisasi tersebut adalah program lama. Dan bukan program tiba-tiba yang dilakukan oleh Pemkot.

“Proyek ini 10 tahun lebih sudah ada. Kami monitor terus kok. Masyarakat juga yang memberikan masukan dan mengkritisi Pemkot juga DPRD, nah ini salah satu bagiannya. Sekarang saatnya masyarakat yang berpartisipasi,” kata pria yang kerap disapa Sis ini.

Ia berharap kepada Pemkot agar sisi hak-haknya warga difasilitasi dengan baik. Besok pun ia akan menerima perwakilan warga Gang Nibung-Perniagaan tersebut. “Saya harapkan warga harus bantu pemerintah,” tuturnya.

Terkait anggaran yang turun drastis, Siswadi enggan menanggapi hal tersebut. Karena ia ingin melihat alasan dan sebab mengenai itu. “Apakah mungkin kerahimannya yang turun lalu ada hal lain yang diberikan, saya belum tahu pasti tapi nanti kita akan bahas itu. Jika perlu kita akan adakan RDP (Rapat Dengar Pendapat),” tandasnya.

Diketahui pembongkaran sebenarnya dilakukan Senin (6/7). Namun ditunda karena ada aksi penyampaian pendapat dari mahasiswa Samarinda. Sehingga keamanan lebih difokuskan ke sana. Pembongkaran bantaran SKM pun akan dilakukan pada esok hari, Selasa (7/7/2020). Dengan mengerahkan 300 personil dari Satpol-PP dan 60 personil dari kepolisian