Tiang Listrik Di Gunung Malang Ambruk, Tutupi Akses Jalan Mayjen Sutoyo


BALIKPAPAN, Beruangmafunews.com – Warga Jalan Mayjen Sutoyo atau Gunung Malang dikejutkan dengan peristiwa tiang listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) mendadak patah dan ambruk kejalan pada Kamis (23/7/2020) sekitar pukul 06.30 wita. Jatuhnya tiang listrik tersebut ikut berimbas pada tiang jaringan Telkom.

Kejadian memang tidak diduga-duga, saat itu cuaca tengah dilanda hujan dengan intesitas tinggi. Warga yang hendak beraktivitas pada pagi harinya pun sontak terkejut mendengar suara benda terjatuh dengan keras. Rupanya tiang setinggi sekitar 12 meter ini ambruk ke jalan.

“Warga disekitarnya tadi pas mau buka warung dan toko itu kaget dengar ada suara kayak benda jatuh. Sekalinya pas lihat kedepan, tiang listrik ini sudah rebah dijalan,” ujarnya di lokasi kejadian.

Kabel PLN dan juga Telkom pun melintang di dua jalur itu. Kondisi arus lalu lintas pun sempat macet lantaran kendaraan tidak bisa lewat dan takut masih teraliri listrik.

“Kabelnya banyak ini jadi pada enggak bisa lewat tadi saya pas mau kerja,” ujar Tahir, warga Karang Rejo yang akan menuju Markoni.

Dampaknya aliran listrik diwilayah Gunung Sari Ilir, Gunung Sari Ulu dan sekitarnya padam total. Petugas PLN pun dihubungi untuk segera melakukan penanganan. Tidak lama berselang dari Tim PLN dan juga Telkom datang ke lokasi kejadian.

“Sudah datang dan dikerjai sama tim mereka,” tambahmya.

Sementara itu dilokasi kejadian, Manajer UP3 PLN Balikpapan, Albert Sitompul mengatakan bahwa peristiwa ini merupakan kejadian yang diluar dugaan alias Force Majeur. Dirinya tetap melakukan penanganan maksimal dengan menurunkan hampir belasan petugas di lokasi kejadian.

“Ini force majeur sebenarnya, ya jadi mau gimana lagi. Kami juga enggak meminta ada kejadian ini, namun ya kami tetap lah untuk melakukan penanganan,” ujarnya.

Ditanya bagaimana dengan pihak Telkom lantaran tiang dan kabelnya juga ikut terdampak, Albert mengatakan pihaknya tentu telah berkoordinasi dan bersama-sama melakukan penanganan. Soal ganti rugi, ia mengatakan bahwa hal ini adalah kejadian tidak diduga sehingga tidak ada saling ganti rugi.

“Kita kerjakan bareng pada bidangnya masing-masing. Kalau begini siapa mau disalahkan. Jadi tidak ada saling menyalahkan disini dan mencari kesalahan, kita sama-sama aja,” tutupnya.