UGD RS IA Moeis Samarinda Tutup Dua Hari, Ini Penjelasan Dirut Rumah Sakit



SAMARINDA, beruangmadunews.com - Rumah Sakit Inche Abdoel Moeis (RS IA Moeis) terpaksa menutup layanan di Unit Gawat Darurat (UGD) selama dua hari menyusul adanya tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar Covid-19.  
Menurut keterangan Dirut RS IA Moeis, Syarifah Rahimah,  kebijakan ini diambil agar dapat dilakukan sterilisasi ruangan UGD dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah nakes dan karyawan yang bekerja di rumah sakit yang terletak di Jl HM Rifaddin tersebut. 
“Kami memang rutin melakukan pemeriksaan secara berkala bagi nakes kami. Ternyata ada yang terkonfirmasi positif setelah hasil tes swabnya keluar,” ukar Syarifah, Minggu (12/7/2020) kemarin. 
Selain mensterilkan ruangan, pihaknya pun harus mengkarantina sejumlah nakes yang berkaitan atau sempat memiliki kontak dengan pasien Covid-19. Ia menuturkan kurang lebih ada 500 karyawan di RS IA Moeis, di mana 300 di antaranya sudah menjalani tes kesehatan karena memiliki kontak langsung dengan pasien Covid-19. 
Tak hanya nakes yang memiliki kontak dengan pasien Covid-19, para nakes yang berdomisili di wilayah Kutai Kartanegara pun menjadi salah satu kelompok yang wajib menjalankan tes, baik rapid maupun swab. Pasalnya lokasi RS IA Moeis yang berbatasan langsung dengan zona merah Kukar menjadi salah satu faktor penularan mudah terjadi.  “Kami tes mereka juga, karena kan beberapa waktu ini Kukar ada beberapa wilayah yang zona merah,” imbuhnya. 
Meski demikian pelayanan lain di RS IA Moeis tetap dibuka seperti poliklinik dan unit pelayanan rawat inap. Ia pun menyampaikan permintaan maafnya kepada masyarakat yang merasa disulitkan lantaran tutupnya UGD RS IA Moeis. 
Menurutnya, menutup UGD untuk sementara waktu merupakan pilihan terbaik guna memastikan kawasan RS IA Moeis steril dari virus asal Tiongkok tersebut. 
Sebelumnya diakui Syarifa, sejumlah nakes pernah menunjukkan hasil reaktif usai menjalani pemeriksaan dengan metode tes rapid. Setidaknya ada lima orang yang pernah dinyatakan reaktif dan wajib menjalani isolasi, termasuk dirinya sendiri. Namun kemudian dinyatakan negatif setelah menjalani tes swab dengan metode PCR.