"BERUANGMADU NEWS" Memberikan Informasi Terkini Terdepan dan Terpercaya

Muncul Gejala Baru, Begini Cara Bedakan Sakit Kepala Biasa dengan Pusing karena Virus Corona



BERUANGMADUNEWS.COM - Hingga saat ini, pandemi Covid-19 masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Belum dapat dipastikan kapan pandemi Covid-19 berhenti mewabah.
Seperti yang diketahui, virus corona masih terus menyebar di seluruh penjuru dunia.

Dari hari ke hari jumlah korban yang berjatuhan pun makin banyak.
Sampai dengan artikel ini tayang, kasus Covid-19 di Tanah Air telah mencapai angka 129.000. Jumlah korban yang meninggal dunia sebanyak 5.824.

Dan jumlah pasien yang telah dinyatakan sembuh sembanyak 83.710.
Selain jumlahnya yang semakin bertambah, virus ini juga menunjukkan gejala baru.
Sakit kepala atau pusing jadi gejala baru pada beberapa orang yang dinyatakan positif terjangkit virus corona (covid-19).

Dokter Spesialis Syaraf, dr. Dwi Astini Sp.S dari RSUP Persahabatan menjelaskan sakit kepala memang tidak termasuk pada penyakit di saluran pernapasan.
Namun saat ada tubuh yang sakit atau terjadi peradangan maka biasanya akan membuat sakit kepala sehingga mungkin saja covid-19 ditandai dengan sakit kepala.

"Ada reaksi dari inflamasi dari virus yang masuk ke tubuh kita jadi sakit kepalaa akibat covid-19, bisa jadi alarm juga bagi diri kita," ucap dr. Dwi saat live bersama Radio Kesehatan, Selasa (11/8/2020).

Adapun ciri-ciri sakit kepala yang harus diwaspadai adalah sakit kepala yang dibarengi dengan suhu tubuh yang meningkat atau demam.
"Kalau sudah kita sakit kepala berhubungan dengan covid-19 itu ada keluhan demamnya juga," ungkap dr. Dwi.

Kemudian perbedaan khusus kalau sakit kepala bukan karena covid-19 maka akan sensitif terhadap cahaya dan bunyi alias kepala akan terasa lebih nyeri kalau disekeliling ribut dan terlalu terang.

Sedangkan sakit kepala yang disebabkan oleh covid-19 tidak merasakan sensitivitas atau biasa saja pada paparan cahaya dan bunyi ribut.

"Jadi sakit kepala murni sensi terhadap suara dan bunyi, cahaya yang silau atau bunyi berisik jadi sakit kepala, kalau sakit kepala karena covid-19 gak sensitif," pungkas dr. Dwi.


(Sumber : GridPop.ID)
Share this article :
 
Copyright © 2017. Beruangmadu News - All Rights Reserved