Bereda Isu Sayuran Rebus Tak Selalu Lebih Sehat Dibanding Ditumis, Benarkah Demikian?


BERUANGMADUNEWS.COM - Banyak orang percaya jika sayur jadi makanan yang bisa menyehatkan tubuh.

Kandungan seratnya dipercaya baik bagi tubuh.

Sayur juga biasa diolah dengan direbus ataupun ditumis.

Menumis adalah teknik memasak dengan sedikit minyak dan air, biasanya di wajan.

Nantinya makanan yang dihasilkan tidak berkuah atau hanya sedikit kuahnya.

Sementara merebus adalah teknik memasak dengan jumlah air panas yang cukup banyak, lalu bahan makanan dan bumbu dimasukkan ke dalamnya.

Namun, beredar kabar jika sayur yang ditumis ternyata lebih sehat.

Benarkah demikian? yuk kita simak penjelasan berikut ini.

Manfaat Sayur Ditumis dan Direbus

Banyak orang yang menganggap bahwa sayuran yang direbus menjadi makanan sehat dibanding ditumis karena tidak menggunakan minyak sama sekali.

Namun rupanya hal ini tak selamanya atau mutlak seperti itu.

Para ahli menemukan bahwa memasak atau menumis dengan minyak sayur memang meningkatkan risiko kanker, tetapi hal ini bisa dicegah dengan menggunakan minyak zaitun.

Bahkan, dengan minyak zaitun, nutrisi di dalam sayuran bisa meningkat.

Proses menggoreng dengan minyak zaitun ditemukan dapat meningkatkan senyawa antioksidannya yang bermanfaat untuk tubuh, dibandingkan dengan proses direbus dengan air.

Profesor Cristina Samaniego Sanchez dari University of Granada di Spanyol mengatakan bahwa menumis dengan minyak zaitun dapat menjadi makanan sehat karena meningkatkan kadar fenolik pada sayuran.

Minyak zaitun
Minyak zaitun ( freepik)

Hal ini penting untuk kesehatan, terutama daya tahan tubuh. Proses menumis dengan minyak zaitun juga dapat meningkatkan kadar lemak tak jenus dan mengurangi kelembapan sayuran.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Food Chemistry menunjukkan kemampuan minyak zaitun untuk meningkatkan fenol dalam sayuran sehingga menjadi makanan sehat.

Fenol adalah bahan kimia sehat yang bekerja melindungi sel-sel, dan mengurangi risiko kanker, diabetes, dan risiko kehilangan kemampuan melihat karena faktor usia.

Dilansir dari Medical Daily, para peneliti melakukan percobaan dengan menggunakan kentang, labu, tomat dan terong yang dimasak dengan berbagai cara.

Mereka mengolahnya dengan cara ditumis, direbus dengan air, dan juga direbus dengan campuran air dan minyak zaitun.

Masing-masing metode pengolahan tersebut dibandingkan dengan sayuran mentah.

Sayur rebus
Sayur rebus ( pixabay.com)

Selain itu para peneliti juga mengukur kelembapan, lemak, jumlah kandungan fenol dan antioksidan.

Hasilnya, sayuran yang ditumis dengan minyak zaitun menjadi makanan sehat karena memiliki kandungan fenol yang terbaik.

Penyebabnya adalah minyak mampu menyalurkan panas dalam sayuran dengan cara yang berbeda dari air.

Penyaluran tersebut meningkatkan fraksi fenol, yaitu proses kimia yang mengekspresikan fenol dalam makanan sehingga minyak zaitun mampu meningkatkan senyawa fenolik dalam sayuran.

Tak hanya itu, minyak zaitun juga mampu meningkatkan jumlah lemak dalam sayuran dibandingkan dengan sayuran yang direbus sehingga menjadi makanan sehat.

Minyak zaitun khususnya extra virgin olive oil terbukti meningkatkan jumlah fenol dalam sayuran saat ditumis.

Sementara sayuran dengan cara direbus tidak memengaruhi peningkatan kandungan fenol.

Walau begitu, tentu tak dapat dipukul rata bahwa semua sayuran yang ditumis pasti lebih sehat dibanding direbus.

Meski tetap menjadi makanan sehat, tak dapat dipungkiri juga mengolah sayuran dengan cara ditumis tersebut juga meningkatkan kepadatan energi karena adanya penyerapan minyak.