Sebulan Rutin Konsumsi Ubi Jalar, Perempuan Ini Takjub dengan Perubahan yang Dirasakan


Beruangmadunews.com - Janny Sugar merasa sangat takjub akan hasil yang ia dapat usai mengonsumsi ubi jalar.

Awalnya ia berkeinginan untuk melakukan diet rendah karbohidrat untuk membantu menurunkan berat badannya,

Nmaun dari percobaan pertamanya ia malah merasa lelah dan pencernaannya terganggu.

Setelahnya, ia memutuskan untuk konsumsi karbohidrat kompleks terutama ubi jalar selama satu bulan.

Jenny mencoba untuk makan ubi oranye dan ungu.

Biasanya Jenny makan ubi jalar dengan beberapa sayuran yang dikukus.

Berikut hasil yang ia dapat dilansir dari Nakita.

1. Menambah energi

Jenny mengaku bahwa usai makan ubi jalar, energinya menjadi bertambah dan lebih bersemangat.

"Saya merasa bersemangat, berpikiran jernih, dan terinspirasi untuk berjalan di atas meja treadmill saya setelah maka," ujar Jenny, dilansir dari Popsugar.

Selain dari ubi jalar, Jenny menduga sayuran yang ia makan juga menambah semangat dan energinya.

2. Merasa kenyang lebih lama

Rutin makan ubi jalar membantunya merasa kenyang lebih lama.

Hal itu membuat Jenny tidak ingin makan manis.

"Makan ubi jalar sangat mengenyangkan, seperti yang saya sebutkan, dan itu membantu mengurangi keinginan saya akan gula, jadi saya pasti mengurangi makan makanan yang dipanggang, coklat, dan roti," ujar Jenny.

3. Melancarkan pencernaan dan mengurangi kembung

"Selama percobaan selama sebulan ini, saya menemukan bahwa ubi jalar sangat mudah dicerna, dan tidak pernah membuat saya kembung. Saya juga suka perut saya tidak pernah terasa berat setelah memakannya," jelas Jenny.

4. Menurunkan berat badan

Perubahan lain yang dirasakan oleh Jenny usai konsumsi ubi jalar selama satu bulan yakni membantu menurunkan berat badannya.

"Setelah makan ubi jalar setiap hari selama sebulan, saya akhirnya terlihat lebih ramping, terutama di wajah, lengan, punggung atas, dan pinggang - bonus lain yang tidak saya duga," ungkapnya.

Mulanya Jenny takut beratnya bertambah karena ubi jalar mengandung karbohidrat namun kenyataannya tidak.

Pasalnya, ubi jalar merupakan karbohidrat kompleks.

Manfaat lain ubi jalar

Setidaknya ada 4 manfaat yang bisa kita dapat dari ubi jalar seperti dilansir Insider via Kompas.com.

1. Penglihatan

Ubi jalar mengandung karotenoid, yakni antioksidan yang bertanggung jawab atas banyak manfaat termasuk mendukung penglihatan.

Khususnya beta karoten adalah penghasil warna oranye pada ubi jalar dan berguna untuk penglihatan karena diubah menjadi vitamin A.

Ubi Jalar
Ubi Jalar 

"Vitamin A adalah bagian dari senyawa yang disebut rhodopsin yang diperlukan untuk adaptasi penting terhadap terang dan gelap. Oleh karena itu, penglihatan yang tepat bergantung pada vitamin A," kata Roberta Anding, ahli diet terdaftar di Baylor College of Medicine.

2. Meingkatkan sistem kekebalan tubuh

Menurut Vijaya Surampudi, MD, Asisten Profesor Kedokteran di Divisi Nutrisi Manusia, UCLA, antioksidan dalam ubi jalar juga dapat melindungi sistem kekebalan tubuh dari radikal bebas.

Antioksidan dapat melawan kerusakan ini dan menjaga sistem kekebalan tetap kuat.
Selain itu, adanya vitamin A pada ubi jalar membantu mendukung sistem kekebalan tubuh.

3. Pilihan tepat untuk penderita diabetes

Orang dengan diabetes disarankan untuk membatasi asupan kentang biasa karena tinggi indeks glikemik, yang berarti dapat menyebabkan gula darah melonjak terlalu tinggi.
Namun, ubi jalar memiliki indeks glikemik sedikit lebih rendah daripada kentang biasa, kata Surampudi.

Ini menjadikan ubi jalar dapat dijadikan pilihan yang lebih sehat untuk penderita diabetes.

"Ubi jalar memiliki sedikit lebih banyak serat dan indeks glikemiknya sedikit lebih rendah dibandingkan kentang putih.

Hal ini dapat menyebabkan kenaikan nilai glukosa darah lebih lambat," kata Surampudi.

4. Meningkatkan fungsi otak

Memang masih sedikit penelitian yang dapat membuktikan apakah ubi jalar dapat meningkatkan fungsi otak manusia.

Namun, beberapa penelitian pada hewan yang menjanjikan telah memberikan bukti tersebut.

Misalnya, sebuah studi 2010 menunjukkan bahwa antosianin, senyawa yang memiliki efek antioksidan, dalam ubi ungu dapat menghambat peradangan pada otak tikus.

Kemudian studi 2010 lainnya menunjukkan bahwa memori meningkat pada tikus tua yang diberi antosianin.

Jika prinsip yang sama diterapkan pada manusia, maka kita dapat menyimpulkan bahwa ubi jalar dapat meningkatkan fungsi otak pada manusia, tetapi untuk saat ini, kita belum mengetahui secara pasti.