Cara diet yang cocok diterapkan pada masing-masing orang ini tentu bisa sangat berbeda satu sama lain. Salah satu tren diet yang saat ini banyak diterapkan adalah One-Meal-A-Day (OMAD) atau makan sehari sekali.

Dilansir dari The Health Site, kurang lebih dengan cara ini seseorang bakal makan hanya satu kali dalam satu hari tepatnya pada malam. Berdasar cara diet ini, dipercaya bahwa lemak bakal terbakar secara alami.

Ketika kamu makan hanya satu kali dalam satu hari, tubuh akan dipaksa untuk menggunakan energi hanya dari makanan itu saja. Ketika kamu makan lebih dari satu kali, tubuh bakal berlebihan energi karenanya untuk dihabiskan hanya dalam satu hari.

Pola diet ini mengharuskan kamu untuk lebih hati-hati dengan asupan nutrisi. Pasalnya, nutrisi dari makanan yang kamu konsumsi ini harus mencukupi untuk satu hari.

Pastikan makanan yang kamu konsumsi juga memenuhi nutrisi yang paling kamu butuhkan. Perhatikan juga keseimbangan antara protein, karbohidrat, serta lemak dari makanan yang kamu konsumsi.

Walau cara ini membatasi makananmu, namun ketika lapar, kamu tetap boleh mengonsumsi dua kudapan ringan seperti telur rebus atau buah. Kamu juga bisa memilih minuman rendah kalori seperti kopi hitam atau teh. Konsumsi air putih sepanjang hari juga membantu mengurangi rasa lapar.

Pola makan ini sebenarnya sama seperti intermittent fasting. Penelitian menunjukkan bahwa menurunkan 20 hingga 25 persen kalori dari makanan sehari-hari bisa bermanfaat meningkatkan kesehatan jantung.

Berdasat penelitian pada Nutrition Journal, jenis intermittent fasting ini juga bisa meningkatkan ingatan bagi orang tua. Diketahui bahwa hal ini bisa meningkatkan kadar gula darah. Walau begitu, penderita diabetes harus berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukannya.

Pola diet ini juga tidak disarankan untuk wanita hamil serta ibu menyusui. Pasalnya, kebutuhan kalori yang mereka miliki meningkat.

Selain itu, seseorang yang memiliki masalah gastrointestinal juga sebaiknya berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter. Tentu saja, pada pola makan apa pun yang diterapkan, penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan pakar nutrisi